Saturday, January 10, 2015

Ketidak mungkinan vs Keyakinan

Tulisan ini didedikasikan untuk salah seorang sahabat yang saya rasa perubahannya 180 derajat , dan mungkin dapat dijadikan studi kasus untuk yang memerlukan . Saya berkawan baik dengannya ketika kelas 1 -2 SMA ( 1996 - 1997 ) , yang kenal dengan kami mungkin banyak mengetahui apa yg sering kita lakukakan antara lain tidak jauh dari basket , touring dari tujuan yg sdh diketahui sampai tempat yang hanya sedikit orang melewatinya , dan berbagai hal konyol lain . Intinya memang fokus kita memang jalan - jalan tidak berpikir tentang hal lain apalagi pendidikan :) .  

Kisah dimulai  setelah lulus SMA , masing - masing sudah  berpencar sesuai pilihan studi lanjutan , saya sendiri di semarang , teman lain juga kuliah di kota  - kota universitas lain . Namun hanya 1 teman ini , sebutnya saja Sinyo sepertinya menghilang tanpa jejak . Sampai suatu saat saya mendengar bahwa dia melanjutkan study di Jerman . WHATT .... Jerman ???? Mengapa saya terkejut , karena asaya tau persis bagaimana kita " belajar " di SMA  hehe , tentunya kalau mendengar berada di Jerman sangat membuat shock dan iri sepertinya  . 

2010 kebetulan kita mendapat kesempatan bertemu di Jakarta , kebetulan dia ada proyek di sini . Saya , Sinyo dan Singo ( teman akrab satunya lagi ) bertemu di di salah satu apartemen . Di situ baru jelas apa yang sebenarnya terjadi terhadap Sinyo , dia ceritakan dari awal bgaimana dia sampai bisa meneruskan studi di Jerman. Flashback lagi , ketika lulus SMA dia mendaftar UMPTN ternyata tidak berhasil kemudian memutuskan libur setahun dan akan mencoba tahun depan . Sampai suatu saat dia membaca mungkin iklan surat kabar pagi , dan menemukan penjelasan singkat dan kecil tentang pendidikan gratis di Jerman. Tanpa jeda langsung dia berangkat menuju surabaya untuk mengetahui informasi lebih lanjut tentang informasi ini . Sampai di surabaya , ketemu tempatnya , dan katanya kok sepi dan tidak ada orang . Tanya - tanya ternyata memang lagi libur :) ha  ha ha , maklum lagi semangat 45 tanpa cross check dahulu . 

Singkat kata Sinyo menjalani pendidikan selama setahun terutama mempelajari bahasa inggris dan jerman , sampai saatnya dia berangkat ke jerman . Di  jerman tantangan itu baru di mulai , dia harus lulus ujian untuk masuk universitas . Pilihannya hanya 2 , Lulus dan lanjut studi atau tidak lulus , artinya harus kembali ke indonesia mungkin jadi tukang becak . Menurut saya hal ini yang jadi pemacu dia untuk belajar lebih keras dan tujuannya hanya satu berhasil lanjutkan study . Bagi saya mengubah pola belajar dari yang semau saya menjadi disiplin memang sangat sulit , namun karena salah satu faktor tekanan yang harus berhasil itu yg membuat dia tidak ada pilihan lain . Ketika pengumuman ujian , ada 15 orang Indonesia menunggu nasibnya . Dan ... hanya dia yang LULUS  .... 


2014 kita dipertemukan kembali dan dia sudah jadi eksekutif muda ( kl boleh disebut  begitu ) dan sudah punya hal -  hal yg dulu mungkin tidak pernah terpikir oleh saya atau mungkin  dia sekalipun. Yang bisa saya ambil dari sini adalah ketidak mungkinan itu bisa di lawan dengan keyakinan yang kuat . Jangan pernah menganggap remeh kemampuan anda , ketika berhadapan dalam situasi yang memaksa kita bekerja - belajar lebih keras kita tidak akan pernah tau batasan kemampuan kita . Mungkin hanya ini yang bisa saya hadiahkan untuk mu Bro , semoga kisahmu jadi inspirasi untuk saya dan rekan - rekan lainnya . Mohon maaf karena tidak minta ijin dulu waktu nulis ini , sukses untuk kita semua  

No comments:

Post a Comment