Thursday, August 21, 2014

Selangkah Lebih Maju

Coba perhatikan ketika kita sekolah , dalam satu angkatan ada berapa puluh orang . Namun yang berhasil dalam pekerjaan atau usahanya bisa dibilang tidak seragam , beberapa orang sukses dahulu , beberapa sukses agak lambat , beberapa malah nggak sukses sukses . Yang salah siapa ? ya yang salh itu yang sukses duluan , kenapa nggak setia kawan atau istilahnya nggak corsa he he he he

Kalau diperhatikan yang sukses duluan itu punya kelebihan , mungkin trik jitu , bekerja lebih keras , mau berlatih lebih keras , dan lain sebagainya. Mereka selalu melakukan hal yang tidak dilakukan oleh kita yang nggak sukses sukses :) . Mereka selalu " selangkah lebih maju " dari kita yang biasa biasa saja , untuk itulah mereka memang berhak untuk sukses pada urutan awal . Lha kalau malas - malasan , mau enak sendiri ya nanti tunggu uruta terakhir saja .

Selangkah lebih maju bisa diartikan melakukan hal yang belum atau tidak dilakukan orang lain untuk hasil yang lebih baik , kebanyakan kita maunya hanya menunggu , pasif , kalau nggak disuruh nggak jalan dan konco konconya . Mereka tidak menunggu sukses menghampiri , namun mereka mengejar nya , untuk itulah mereka menjadi selangkah lebih maju . Kadang mereka hanya melangkah , tidak tau apakah mereka akan berhasil atau tidak , tapi mereka mau melangkah lebih awal dan konsisten menjalani . Hasilnya ? Jangan ditanya deh :)

Jadi jangan takut untuk melangkah , learning by doing  , berguru dengan orang  orang yang sdh sukses dan segaris dengan pekerjaan anda  , selalu berpandangan jangka panjang . Mungkin sekarang anda akan mengalami masa sulit , namun dengan usaha anda maka masa sulit menjadi masa kesuksesan anda . Percaya atau tidal percaya itu hak anda , tapi saya percaya Allah SWT akan mengubah nasib hambanya yang berusaha sungguh sunguh .

Semoga bermanfaat

Monday, August 18, 2014

Mrospek Dengan Slow

Pernah dengar kata - kata " Lagi mrospek nih " , saya memandang "mrospek "  adalah bagian dari negosiasi dimana kedual belah pihak membicarakan sesuatu hal untuk menyepakati sutu hal juag . Bingug khan hehehe , pelan - pelan aja bacanya :) . Kata - kata " mrospek " dulu identik dengan kegiatan MLM , namun secara luas juga dilakukan oleh para pebisnis salah satunya . Ketemu dengan calon konsumen , menjelaskan tentang produk yang kita jual , sampai akhirnya akan ada pembelian atau tidak . Sekarang pun ketemu dengan calon customer tidak perlu tatap muka , fenomena bisnis online sedikit merubah cara komunikasi dari face to face menjadi interaksi di social media , BB , SMS , Telephone , atau aplikasi pesan lainya . 

Persepsi bahwa " mrospek " harus selalu menghasilkan penjualan menurut saja tidak sepenuhnya benar , karena hal itu adalah proses. Bagi saya " mrospek " adalah kegiatan mengakrabkan diri dengan calon customer , beberapa buku yg saya baca menjelaskan bahwa penjualan terjadi bukan selalu karena produk yang bagus , namun salah satu faktonya adalah calon pembeli percaya terhadap penjualnya . Kepercayaan itu terjadi bila calon pembeli merasa mengenal dekat penjualnya . 

Yang sering lakukan adalah ketika melakukan komunikasi ( mrospek ) berusaha untuk membuat calon pembeli paham akan barang yang saya jual terutama plus minusnya , jangan pernah berbohong terhadap spesifikasi produk yg kita jual , jangan selalu  menekan customer unt melakukan pembelian saat itu juga  . Ingat " Jangan Selalu " , artinya anda boleh melakukan itu bila anda rasa calon pembeli berbelit2  atau anda cukup yakin bahwa type calon pembeli yang kalau tidak ditanyakan " mau beli berapa " malah nggak jadi beli . 

Kalau tidak terjadi closing bagaimana ? apakah rugi ? Jawaban saya tidak , karena kita sudah membuka jalur komunikasi dengan calon customer , kita tidak pernah tau kapan mereka akan membeli namun dengan membuka komunikasi adalah langkah yang baik . Bagaimana kalau mereka tidak komunikasi lagi ? Anda bisa memanfaatkan jalur remarketing , bisa via email  , BC BB , BC sms . Jadi " mrospek " itu menurut saya slow saja :) 

Semoga bermanfaat 

Friday, August 15, 2014

Babak Belur

Dalam keseharian banyak kita melihat orang lain , teman , keluarga yang sukses , terkadang juga kita suka latah . " Eh mas , kayaknya kok sdh enak kondisinya . Ajakin dong biar ketularan sukses " . Pernah anda menanyakan hal tersebut .\, atau malah banyak yang nanya kepada anda ?  Yang jadi pertanyaan saya adalah , setelah orang lain ikut kita dan kemudian tidak sukses , apakah yang salah ??

Seringkali orang lain beranggapan bila ikut orang sukses maka akan ketularan sukses juga , apakah hal tersebut salah ? Tidak , namun yang perlu diingat adalah kesuksesan memerlukan proses . Orang lain kadang hanya memandang saat kita kondisinya baik , namun apakah mereka juga tau saat kondisi orang sukses itu saat " babak belur " . Dan apakah anda siap " babak belur " untuk meraih kesuksesan yang sama ?? #mikir :) 

Periode  " babak belur " sangat tidak bisa diperkirakan , bisa harian , bulanan maupun tahunan . Orang yang sukses tidak berhenti ketika mereka gagal , namun tetap jalan terus  . Lebih baik ngesot daripada jalan ditempat atau malah balik kanan . Mereka tetap konsisten dengan keyakinan bahwa keuletannya akan membuahkan hasil yang membanggakan . 

Untuk itu sangat perlu digaris bawahi , apapun pekerjaan atau bisnis anda punya peluang yang sama untuk berhasil namun apakah anda atau saya mampu menjalani proses untuk meraih kesuksesan dengan melalui fase " babak belur " dahulu ? Saya yakin kita semua bisa  ... 

Saturday, August 9, 2014

Darimana saya berbisnis ?

Pertanyaan " dari mana saya berbisnis " adalah jamak ditemui disetiap individu yang tertarik berwirausaha . Ada yang bilang mulai dari hobi , mulai dari yang kita punya , mulai dari bantu jualan orang lain , dan lain sebagainya . Hal tersebut benar tidak ada yang salah , namun perlu diperhatikan dalam setiap langkap mulai bisnis perhatikan hal - hal berikut ini :

1. Fase Pondasi 
Pada fase ini , kita akan banyak belajar tentang bagaimana membuat bisnis itu berjalan. Ingat berjalan bukan sukses atau untung , istilahnya cash flow harus terjaga .Jangan pernah berpikir bahwa hitungan di atas kertas akan semudah yang terjadi di kenyataan . Fase ini anda akan menghadapi pahit getir bisnis, mungkin bisa kebangkrutan , dikejar2 investor , utang sana sini . Ini nyata , termasuk saya juga dulu begitu hehehe . Namun satu hal , jangan pernah lari . Selesaikan dengan baik , walau tidak sesuai jadwal yang penting kewajiban / hutang harus diselesaikan , KAPANPUN anda bisa  kalau mampu ya secepatnya . Fase anda akan dipaksa memilih bisnis apa yang menguntungkan , bila anda rasa potensinya besar maka fokus lah . Jangan pernah berpikir kesuksesan bisnis itu instan , ada yang hitungan bulan atau tahun dalam meraihnya . Jadi enjoy saja :)

2. Fase Berkembang
Fase ini anda sudah mulai mapan menjalankan usaha anda , customer sudah tidak senin kamis , sudah punya kelebihan pendapatan untuk investasi dan keperluan lain . Racun pada fase ini adalah sudah merasa menjadi pengusaha sukses , kegatelan untuk buka usaha baru . Banyak yang hilang fokus sehingga mereka malah kehilangan bisnis yang seharusnya bisa lebih baik . Lebih baik anda memikirkan bagaimana membuat sistem bisnis anda menjadi lebih baik , bagaimana bisnis anda biisa berjalan tanpa ada di sana , bagaiman membuat bisnis anda punya badan hukum , dan masih banyak hal yg bisa kita lakukan .

3. Fase Tinggal Landas
Fase ini anda sudah berada di luar system , anda bisa masuk namun hanya ssekali - kali ketikan diperlukan . Saat ini anda hanya duduk manis , mungkin mencari peluang baru .

Setiap fase tidak ada rentang waktu yang tetap jadi tetap belajar , semoga hal bermanfaat :)